Menanti Indonesian Social Worker Congress 2022
Menanti Indonesian Social Worker Congress 2022
Tak terasa, telah 3 tahun IPSPI ternyata begitu cepat, dibawah kepemimpinan Kang Dodot (Drs. Widodo Suhartoyo, M.Sc.) lesatan perubahan juga mulai dirasakan sampai dengan daerah-daerah, ya Social Worker Learning Center (SWLC) telah menjadi "mainan" profesi Pekerja Sosial lebih fresh dan tidak burn out, mungkin ini yang dirasakan oleh kurang lebih 11 DPD IPSPI yang menjadi pilot project SWLC.
Alhamdulillah melalui SWLC nuansa aktifitas Pekerja Sosial mendapat warna baru, hal ini perlu diapresiasi karena merupakan ikhtiar kerjasama IPSPI dengan UNICEF dan Kemensos RI, yang berkomitmen menyemarakkan dan mengenalkan Pekerja Sosial lebih luas dan non mainstream
Meskipun, hempasan Covid-19 mengiringi kepemimpinan Kang Dodot menjadikan organisasi ini serasa sebagai "virtual organization-VO", bagaimana tidak? Hal ini juga dirasakan semua lini, ya hampir-hampir selama periode beliau, organisasi profesi ini nyata sebagai VO.
Terlepas dari hal di atas, kita harus mengakui bahwa Pekerjaan Rumah, organisasi ini masih tetap ada baik dalam bidang keorganisasian, penguatan dewan etik, kapasitasi profesi dan praktik, dan yang urgen adalah penyegeraan STR atau Surat Tanda Register. IPSPI sebagai bagian dari kompenen utama dari mandat UU 14/2019, maka mau tidak mau perlu juga mengawal mandat tersebut hingga terwujud kemapanan Pekerja Sosial di Indonesia.
Nah, kongres IPSPI yang sedianya akan di gelar tahun ini merupan momentum membuat milestone IPSPI lebih menggigit, eksis, dan establish, bukan hanya mengorbitkan orang per orang tapi institusi dan anggota IPSPI di seluruh Indonesia, untuk menjawab tantangan keprofesian yang tidak lagi mudah.
Mau tidak mau, suka tidak suka, Kongres IPSPI perlu disusun dan disiapkan secara matang dengan tetap beradab, guyub serta menggembirakan.
Salam Solidaritas Pekerja Sosial
Selamat dan Sukses Kongres IPSPI 2022
Zaenal Abidin